Tuesday, November 12, 2013

Hegemoni dalam film “White House Down” dan film “Olympus Has Fallen”

      
A.    Latar Belakang
Berbicara mengenai ideologi, ideologi sering diartikan sebagai sebuah gagasan maupun ide. Menurut pencipta kata tersebut, Destutt de Tracy, mengartikan ideologi sebagai “science of ideas” dimana didalamnya ideologi dijabarkan sebagai sejumlah program yang diharapkan membawa perubahan institusional (lembaga) dalam masyarakat. Menurut Karl Marx, ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Sehingga kita dapat memperoleh kesimpulan bahwa ideologi merupakan alat yang digunakan untuk memperoleh kesejahteraan masyarakat.
Ideologi kini telah berkembang pesat, begitu pula bila dilihat dari cara berkembangnya. Zaman sekarang, apa saja bisa menjadi sebuah cara untuk menyebarluaskan suatu ideologi. Tak terkecuali dengan media massa.  Media massa tidak hanya berupa televisi, radio dan alat alat medianya saja, tetapi isi dari media massa tersebut. Misal pada televisi, kita tahu bahwa di dalam televisi tidak lepas dari adanya film film yang ditampilkan. Dan disini kita akan membahas tentang film.
            Beberapa dekade terakhir ini, mulai marak munculnya sebuah ideologi didalam perfilman di Hollywood. Dimulai dari tahun 1960 an yang memunculkan ideologi radikalisme. Ideologi yang radikal. Kemudian pada 1970 an mempertontonkan tentang pertarungan antara paham liberalisme melawan paham konservatif , dan kemudian pada tahun 1980 munculnya kemenangan ideologi kebebasan. Semua ideologi tersebut muncul didalam dunia perfilman hollywood yang akhirnya merambah hingga dunia perfilman asia.
Hingga sekarang , ideologi dari sebuah film masih abu abu, bagaimana tidak, adanya interpretasi yang berbeda mengakibatkan ideologi tersebut tidak begitu terlihat apakah menganut ideologi liberal ataukah menganut ideologi radikal. Cara pandang ali ahli / teoritikus yang berbeda menghasilkan sesuatu yang berbeda. Namun , secara garis besar sebuah film pasti masih bisa dilihat tentang sesuatu yang ingin ditonjolkan dalam film tersebut, bisa tentang power, kekuasaan, keberanian , kepahlawanan dan lain sebagainya
Namun, pada akhirnya ideologi yang muncul didalam film seringkali dipengaruhi oleh beberapa kepentingan kepentingan. Dan kita dituntut untuk bisa mengetahui apa kepentingan yang dibawa dalam ideologi tersebut. oleh karena itu, kita harus bisa mencermati mana kepentingan kepentingan yang dibawa.

B.     Permasalahan
Masuk kepermasalahan yang dihadapi, bahwa ada sebuah hegemoni dalam setiap film yang ada, oleh karena itu, penulis tergelitik dengan kemunculann dua buah film yang berjudul “white House Down” dan  “olympus Has Fallen” yang bertemakan mirip dan muncul dalam tahun periode yang sama, dan hanya berselang beberapa bulan saja. Pertanyaannya adalah , ideologi apakah dan hegemoni apakah yang dibawa dan di sebarkan melalui kedua film tersebut ?
C.     Pembahasan
Film “white House Down” dan film “Olympus Has Fallen” menyajikan film tentang pertempuran antara pemerintah amerika serikat (gedung putih) melawan gerombolan terorisme yang mempunyai penyusup didalam gedung putih itu sendiri. Terorisme ini muncul karena adanya penghianatan dari dalam gedung putih. Kemudian muncul tokoh pahlawan atau hero yang menyelamatkan dan mengalahkan teorirsme itu. Masuk dalam pembahasan pertama dengan menggunakan prinsip prinsip dari Karl Marx yang pertama yang memunculkan kritik dari ideologi yang ada, film White Hous Down (WHD) dan Olympus Has Fallen (OHF) ini menunjukkan bahwa ke Amerika sangat membenci terorisme, hal ini mungkin karena tragedi 11 septembe 2001 dimana pesawat amerika itu dibajak dan ditabrakkan ke gedung WTC (World Trade Center) dan ke gedung gedung lainnya. Hal ini sepertinya masih membekas dan membuat mereka dendam terhadap terorisme.
Selain itu , kedua film ini menyajikan sisi maskulin dari seorang hero atau pahlawannya. Dalam film WHD disajikan Chaning Tatum yang memiliki tubuh berotot walaupun tidak sekekar rambo, juga dalam film OHF, dimana pemeran utamanya adalah Gerard Butner yang mana memiliki tubuh yang berisi dan kekar dalam film tersebut. Selain berotot, mereka berdua memberikan pandangan bahwa “seorang hero harusnya memiliki ketampanan.” Kedua pahlawan tersebut memberikan tambahan itu.
Kedua hero ini bukanlah sosok yang anti negara, berbeda dengan rambo, dalam jalan cerita nya chaning tatum justru ingin menjadi pengawal presiden dan Gerard Butner justru bekerja dalam departemen keuangan setelah dipindahtugaskan dari pekerjaan mengawal presiden. Justru didukung oleh negara nya, dengan begitu itu memunculkan mind set bahwa negara amerika yang membantu menciptakan pahlawan.  
Kemudian juga kedua tokoh ini menampilkan sisi kecerdasan dari diri mereka, terlihat ketika tokoh dalam OHF berhasil mengetahui penghianatan rekannya yang memiliki kondisi pekerjaan yang lebih baik dan lebih kaya ketika bertemu dan mengaku tersesat. Sedangkan tokoh WHD ini cenderung untuk menggunakan akalnya untuk mengalahkan para pemberontak / terorisme.
Dalam sisi gender, film membahas bahwa tokoh utama mendapatkan dukungan dari seorang perempuan yang memiliki jabatan dalam pemerintahan. Perempuan ini menjadi objek eksploitasi dari pemeran utama karena memiliki kepercayaan yang berlebihan terhadap tokoh utama dalam film ini.
Pada akhirnya semua kembali ke happy ending dimana kedua tokoh hero tersebut mampu atau sanggup untuk mengalahkan teorirsme dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah itu. Kemenangan tersebut mampu menebus kemaluan amerika ketika terkena serangan terorisme pada akhir tahun 2001 itu. Dengan begitu, film film itu ingin menegaskan bahwa amerika adalah negara super power, negara kuat yang tidak akan hancur karena serangan terorisme.
Dalam konteks kritik film secara konseptual ini masih belum bisa dilihat bagaimana dampak untuk mereka karena memang belum ada survey yang menghasil dari efek film ini , dan  juga film ini merupakan film baru pada 2013 jadi secara efek langsung belum begitu terlihat tapi secara teoritis bila kita melihat dari efek film rambo yang memiliki hampir tema yang hampir sama, bisa dipastikan bahwa film ini mungkin akan memberikan dampak yang hampir mirip pula seperti film rambo.
Kedua film ini juga menunjukkan bahwa mereka menunjukkan perlawanan terhadap ideologi fantasi liberal obama. Hal ini ditunjukkan pada sisi konteks atau teksual dari film ini. Kita perlu memahaminya. Bahkan film yang sangat ideologis seperti Rambo memiliki titik konflik sosial dan kekuatan yang mengancam hegemoni konservatif , seperti anti -perang , posisi anti - militer liberal yang begitu keras menentang. Dengan demikian ideologi dapat dianalisis dari segi kekuatan dan ketegangan yang merespon sedangkan proyek dominasi ideologi dapat dikonseptualisasikan dalam hal ketahanan reaksioner terhadap perjuangan rakyat terhadap nilai-nilai konservatif atau liberal tradisional dan lembaga . Kedua film ini menunjukkannya di detik detik akhir ketika presidennya ditawan, tokoh protagonis justru ingin menembakkan nuklir kepada negara asia tengah seperti korea utara dalam film OHF dan peluncuran rudal nuklir kepada mexico yang akan memicu munculnya perang dunia ketiga. Sosok pahlawan ymuncul. Oleh karena itu, film ini seperti menandakan perlawanan dengan apa yang dilakukan pemerintahan amerika sekarang ini. Kita tahu bahwa obama memberikan persetujuan kepada iran utnuk mengembangkan program nuklirnya. Oleh karena itu, film ini menolak dengan adanya program nuklir yang dikembangkan oleh iran secara tersirat mengenai bahayanya yang ditampilkan dalam film ini.
ideologi dapat dianalisis secara kontekstual dan relasional sebagai tanggapan terhadap perlawanan dan sebagai tanda ancaman terhadap hegemoni kelompok dominan, jenis kelamin, ras dan kekuasaan. Dalam film ini contohnya adalah liberalisme ala obama dan terorisme. Bisa kita lihat bahwa kedua film ini berawalan dari serangan teroris dan teroris tersebut menyerang atau mengincar nuklir untuk menghancurkan dunia. Karena itu, dalam film ini, hegemoni yang ingin dilawan adalah hegemoni kelompok yaitu teroris dan hegemoni kekuasaan yaitu kebijakan dari kepemrintahan obama.
Namun, satu hal yang harus diperhatikan selain dari konstektual teks adalah kehancuran dari gedung putih, itu bagaimanapun memberikan kesan bahwa terorisme itu adalah tindakan yang tidak beradab, tidak ada belaskasihan, dan sangat kejam dan jahat. Hal inilah yang harus dijadikan pemahaman bahwa terorisme tidak sekejam itu, walaupun pada akhirnya memang terorisme selalui melukai orang orang , tapi dengan adanya pengecapan seperti itu, maka label tentang terorisme yang kejam semakin melekat pada masyarakat setelah menonton film ini.
Perkembangan cara baru membaca dan mengkritik teks oleh apa yang disebut New Teori Perancis juga memiliki beberapa implikasi penting bagi kritik ideologi. Berbagai poststrukturalis Perancis telah memperebutkan keyakinan Marxis yang  agak sederhana bahwa ideologi berada di dalam dan merupakan pusat teks, dan kritik ideologi hanya melibatkan penolakan dan pembongkaran proposisi ideologi sentral dari tulisan. Terhadap prosedur ini, teori seperti Roland Barthes, Pierre Macheray, Jacques Derrida, dan pasca-strukturalis mengusulkan cara-cara baru membaca teks dan terlibat dalam kritik ideologi. Teks, dalam pandangan pasca-strukturalis, harus dibaca sebagai ekspresi dari banyaknya suara bukan sebagai ucapan dari satu suara ideologi tunggal yang kemudian akan ditentukan dan menyerang eeks sehingga membutuhkan pembacaan multivalen, dan satu set strategi kritis atau tekstual yang akan mengungkap kontradiksi, elemen marjinal contestatory, dan membungkam struktur dari teks. Strategi ini termasuk menganalisis bagaimana, misalnya, margin teks mungkin sama pentingnya dalam menyampaikan posisi ideologis tertentu, atau bagaimana margin teks mungkin melemahkan atau mendekonstruksi posisi ideologis lainnya ditegaskan dalam teks dengan kontradiksi atau meremehkan mereka..
Namun, walaupun metode ini merupakan metode yang bisa menghasilkan dan paling sukses untuk mengetahui hasil dari apa yang dibawa oleh sebuah film, tapi kenyataannya metode ini tidak bisa mennilai gambar, apa yang telah terjadi dan hanya sebatas penilaian terhadap teks saja, jadi teks belum tentu menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi bila hanya berkonsentrasi pada teks saja.

D.    Penutup

Pada akhirnya kita bisa mengetahui bagaimanapun sebaik baiknya film, sebagus bagusnya film , senetral netralnya film, tetap saja membawa sebuah ideologi yang tidak bisa disingkirkan ,ataupun dihilangkan dalam film yang ada di hollywood, entah itu film rambo, film red dawn, film white house down, ataupun film Olympus Has Fallen. Ada sebuah kepentingan yang terselubung dari film film tersebut. Dan kita sebagai penonton film, harus bisa mencermati, menerima dan mengkritik apa saja dari film film tersebut yang tidak sesuai dengan kenyataan dan hanya memberikan kesan kesan yang bersifat tidak real atau nyata. Selain itu, kita perlu menangkap esensi dari film tersebut, dan kembali seperti konsep dasar kita, kita perlu mengambil apa yang baik dan membuang apa yang tidak perlu.