A. Latar
Belakang
Berbicara mengenai ideologi, ideologi sering
diartikan sebagai sebuah gagasan maupun ide. Menurut pencipta kata tersebut,
Destutt de Tracy, mengartikan ideologi sebagai “science of ideas” dimana
didalamnya ideologi dijabarkan sebagai sejumlah program yang diharapkan membawa
perubahan institusional (lembaga) dalam masyarakat. Menurut Karl Marx, ideologi
merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam
masyarakat. Sehingga kita dapat memperoleh kesimpulan bahwa ideologi merupakan
alat yang digunakan untuk memperoleh kesejahteraan masyarakat.
Ideologi kini telah berkembang pesat, begitu pula
bila dilihat dari cara berkembangnya. Zaman sekarang, apa saja bisa menjadi
sebuah cara untuk menyebarluaskan suatu ideologi. Tak terkecuali dengan media
massa. Media massa tidak hanya berupa
televisi, radio dan alat alat medianya saja, tetapi isi dari media massa
tersebut. Misal pada televisi, kita tahu bahwa di dalam televisi tidak lepas
dari adanya film film yang ditampilkan. Dan disini kita akan membahas tentang
film.
Beberapa dekade terakhir ini, mulai
marak munculnya sebuah ideologi didalam perfilman di Hollywood. Dimulai dari
tahun 1960 an yang memunculkan ideologi radikalisme. Ideologi yang radikal.
Kemudian pada 1970 an mempertontonkan tentang pertarungan antara paham
liberalisme melawan paham konservatif , dan kemudian pada tahun 1980 munculnya
kemenangan ideologi kebebasan. Semua ideologi tersebut muncul didalam dunia
perfilman hollywood yang akhirnya merambah hingga dunia perfilman asia.
Hingga sekarang , ideologi dari sebuah film masih
abu abu, bagaimana tidak, adanya interpretasi yang berbeda mengakibatkan
ideologi tersebut tidak begitu terlihat apakah menganut ideologi liberal
ataukah menganut ideologi radikal. Cara pandang ali ahli / teoritikus yang
berbeda menghasilkan sesuatu yang berbeda. Namun , secara garis besar sebuah
film pasti masih bisa dilihat tentang sesuatu yang ingin ditonjolkan dalam film
tersebut, bisa tentang power, kekuasaan, keberanian , kepahlawanan dan lain
sebagainya
Namun, pada akhirnya ideologi yang muncul didalam
film seringkali dipengaruhi oleh beberapa kepentingan kepentingan. Dan kita
dituntut untuk bisa mengetahui apa kepentingan yang dibawa dalam ideologi
tersebut. oleh karena itu, kita harus bisa mencermati mana kepentingan
kepentingan yang dibawa.
B. Permasalahan
Masuk kepermasalahan yang dihadapi, bahwa ada sebuah
hegemoni dalam setiap film yang ada, oleh karena itu, penulis tergelitik dengan
kemunculann dua buah film yang berjudul “white House Down” dan “olympus Has Fallen” yang bertemakan mirip dan
muncul dalam tahun periode yang sama, dan hanya berselang beberapa bulan saja.
Pertanyaannya adalah , ideologi apakah dan hegemoni apakah yang dibawa dan di
sebarkan melalui kedua film tersebut ?
C. Pembahasan
Film “white House Down” dan film “Olympus Has
Fallen” menyajikan film tentang pertempuran antara pemerintah amerika serikat
(gedung putih) melawan gerombolan terorisme yang mempunyai penyusup didalam
gedung putih itu sendiri. Terorisme ini muncul karena adanya penghianatan dari
dalam gedung putih. Kemudian muncul tokoh pahlawan atau hero yang menyelamatkan
dan mengalahkan teorirsme itu. Masuk dalam pembahasan pertama dengan
menggunakan prinsip prinsip dari Karl Marx yang pertama yang memunculkan kritik
dari ideologi yang ada, film White Hous Down (WHD) dan Olympus Has Fallen (OHF)
ini menunjukkan bahwa ke Amerika sangat membenci terorisme, hal ini mungkin
karena tragedi 11 septembe 2001 dimana pesawat amerika itu dibajak dan
ditabrakkan ke gedung WTC (World Trade Center) dan ke gedung gedung lainnya.
Hal ini sepertinya masih membekas dan membuat mereka dendam terhadap terorisme.
Selain itu , kedua film ini menyajikan sisi maskulin
dari seorang hero atau pahlawannya. Dalam film WHD disajikan Chaning Tatum yang
memiliki tubuh berotot walaupun tidak sekekar rambo, juga dalam film OHF,
dimana pemeran utamanya adalah Gerard Butner yang mana memiliki tubuh yang
berisi dan kekar dalam film tersebut. Selain berotot, mereka berdua memberikan
pandangan bahwa “seorang hero harusnya memiliki ketampanan.” Kedua pahlawan
tersebut memberikan tambahan itu.
Kedua hero ini bukanlah sosok yang anti negara,
berbeda dengan rambo, dalam jalan cerita nya chaning tatum justru ingin menjadi
pengawal presiden dan Gerard Butner justru bekerja dalam departemen keuangan
setelah dipindahtugaskan dari pekerjaan mengawal presiden. Justru didukung oleh
negara nya, dengan begitu itu memunculkan mind set bahwa negara amerika yang
membantu menciptakan pahlawan.
Kemudian juga kedua tokoh ini menampilkan sisi
kecerdasan dari diri mereka, terlihat ketika tokoh dalam OHF berhasil
mengetahui penghianatan rekannya yang memiliki kondisi pekerjaan yang lebih
baik dan lebih kaya ketika bertemu dan mengaku tersesat. Sedangkan tokoh WHD
ini cenderung untuk menggunakan akalnya untuk mengalahkan para pemberontak /
terorisme.
Dalam sisi gender, film membahas bahwa tokoh utama
mendapatkan dukungan dari seorang perempuan yang memiliki jabatan dalam
pemerintahan. Perempuan ini menjadi objek eksploitasi dari pemeran utama karena
memiliki kepercayaan yang berlebihan terhadap tokoh utama dalam film ini.
Pada akhirnya semua kembali ke happy ending dimana
kedua tokoh hero tersebut mampu atau sanggup untuk mengalahkan teorirsme dan
mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah itu. Kemenangan tersebut mampu
menebus kemaluan amerika ketika terkena serangan terorisme pada akhir tahun
2001 itu. Dengan begitu, film film itu ingin menegaskan bahwa amerika adalah
negara super power, negara kuat yang tidak akan hancur karena serangan
terorisme.
Dalam konteks kritik film secara konseptual ini
masih belum bisa dilihat bagaimana dampak untuk mereka karena memang belum ada
survey yang menghasil dari efek film ini , dan
juga film ini merupakan film baru pada 2013 jadi secara efek langsung
belum begitu terlihat tapi secara teoritis bila kita melihat dari efek film
rambo yang memiliki hampir tema yang hampir sama, bisa dipastikan bahwa film
ini mungkin akan memberikan dampak yang hampir mirip pula seperti film rambo.
Kedua film ini juga menunjukkan bahwa mereka
menunjukkan perlawanan terhadap ideologi fantasi liberal obama. Hal ini
ditunjukkan pada sisi konteks atau teksual dari film ini. Kita perlu memahaminya.
Bahkan film yang sangat ideologis seperti Rambo memiliki titik konflik sosial
dan kekuatan yang mengancam hegemoni konservatif , seperti anti -perang ,
posisi anti - militer liberal yang begitu keras menentang. Dengan demikian
ideologi dapat dianalisis dari segi kekuatan dan ketegangan yang merespon
sedangkan proyek dominasi ideologi dapat dikonseptualisasikan dalam hal
ketahanan reaksioner terhadap perjuangan rakyat terhadap nilai-nilai
konservatif atau liberal tradisional dan lembaga . Kedua film ini menunjukkannya
di detik detik akhir ketika presidennya ditawan, tokoh protagonis justru ingin
menembakkan nuklir kepada negara asia tengah seperti korea utara dalam film OHF
dan peluncuran rudal nuklir kepada mexico yang akan memicu munculnya perang
dunia ketiga. Sosok pahlawan ymuncul. Oleh karena itu, film ini seperti menandakan
perlawanan dengan apa yang dilakukan pemerintahan amerika sekarang ini. Kita
tahu bahwa obama memberikan persetujuan kepada iran utnuk mengembangkan program
nuklirnya. Oleh karena itu, film ini menolak dengan adanya program nuklir yang
dikembangkan oleh iran secara tersirat mengenai bahayanya yang ditampilkan
dalam film ini.
ideologi dapat dianalisis secara kontekstual dan
relasional sebagai tanggapan terhadap perlawanan dan sebagai tanda ancaman
terhadap hegemoni kelompok dominan, jenis kelamin, ras dan kekuasaan. Dalam
film ini contohnya adalah liberalisme ala obama dan terorisme. Bisa kita lihat
bahwa kedua film ini berawalan dari serangan teroris dan teroris tersebut
menyerang atau mengincar nuklir untuk menghancurkan dunia. Karena itu, dalam
film ini, hegemoni yang ingin dilawan adalah hegemoni kelompok yaitu teroris
dan hegemoni kekuasaan yaitu kebijakan dari kepemrintahan obama.
Namun, satu hal yang harus diperhatikan selain dari
konstektual teks adalah kehancuran dari gedung putih, itu bagaimanapun
memberikan kesan bahwa terorisme itu adalah tindakan yang tidak beradab, tidak
ada belaskasihan, dan sangat kejam dan jahat. Hal inilah yang harus dijadikan
pemahaman bahwa terorisme tidak sekejam itu, walaupun pada akhirnya memang
terorisme selalui melukai orang orang , tapi dengan adanya pengecapan seperti
itu, maka label tentang terorisme yang kejam semakin melekat pada masyarakat
setelah menonton film ini.
Perkembangan cara baru membaca dan mengkritik teks
oleh apa yang disebut New Teori Perancis juga memiliki beberapa implikasi
penting bagi kritik ideologi. Berbagai poststrukturalis Perancis telah memperebutkan
keyakinan Marxis yang agak sederhana
bahwa ideologi berada di dalam dan merupakan pusat teks, dan kritik ideologi
hanya melibatkan penolakan dan pembongkaran proposisi ideologi sentral dari
tulisan. Terhadap prosedur ini, teori seperti Roland Barthes, Pierre Macheray,
Jacques Derrida, dan pasca-strukturalis mengusulkan cara-cara baru membaca teks
dan terlibat dalam kritik ideologi. Teks, dalam pandangan pasca-strukturalis,
harus dibaca sebagai ekspresi dari banyaknya suara bukan sebagai ucapan dari
satu suara ideologi tunggal yang kemudian akan ditentukan dan menyerang eeks
sehingga membutuhkan pembacaan multivalen, dan satu set strategi kritis atau
tekstual yang akan mengungkap kontradiksi, elemen marjinal contestatory, dan
membungkam struktur dari teks. Strategi ini termasuk menganalisis bagaimana,
misalnya, margin teks mungkin sama pentingnya dalam menyampaikan posisi
ideologis tertentu, atau bagaimana margin teks mungkin melemahkan atau
mendekonstruksi posisi ideologis lainnya ditegaskan dalam teks dengan
kontradiksi atau meremehkan mereka..
Namun, walaupun metode ini merupakan metode yang
bisa menghasilkan dan paling sukses untuk mengetahui hasil dari apa yang dibawa
oleh sebuah film, tapi kenyataannya metode ini tidak bisa mennilai gambar, apa
yang telah terjadi dan hanya sebatas penilaian terhadap teks saja, jadi teks
belum tentu menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi bila hanya berkonsentrasi
pada teks saja.
D. Penutup
Pada
akhirnya kita bisa mengetahui bagaimanapun sebaik baiknya film, sebagus
bagusnya film , senetral netralnya film, tetap saja membawa sebuah ideologi
yang tidak bisa disingkirkan ,ataupun dihilangkan dalam film yang ada di
hollywood, entah itu film rambo, film red dawn, film white house down, ataupun
film Olympus Has Fallen. Ada sebuah kepentingan yang terselubung dari film film
tersebut. Dan kita sebagai penonton film, harus bisa mencermati, menerima dan
mengkritik apa saja dari film film tersebut yang tidak sesuai dengan kenyataan
dan hanya memberikan kesan kesan yang bersifat tidak real atau nyata. Selain
itu, kita perlu menangkap esensi dari film tersebut, dan kembali seperti konsep
dasar kita, kita perlu mengambil apa yang baik dan membuang apa yang tidak
perlu.